Woohooo I’m writing again :D
Aku mau sedikit pamer nih :3 aku udah bisa naik motor saudara saudara! Naik motor! Gilak! Untuk seorang Raditha Firza Rahmaputri itu adalah hal yang sangat menakjubkan :B
But I’m not gonna write about that. I’m gonna talk about something serious *weseh*
I’ve just bought a book titled Wuthering Heights. Buku ini adalah salah satu literatur Inggris klasik. Dikarang oleh Emily Brönte, one of Brönte sisters.

nih penampakan bukunya
Aku udah pengen buku ini dari setahun yang lalu. Udah pernah denger judulnya dari SMP, trus tiba2 iseng cari storylinenya di google gara2 judulnya disebut sebut di film The Proposal dan novel Twilight Saga. Eh kayaknya bagus, ceritanya nggak biasa. Btw, this blogpost will spoil some of the story. If you are curios enough and want some surprise, don’t read this, read the book :p
Setelah dapet gaji pertama, aku beli buku ini :3 ternyata emang bagus. Banget. Two thumbs up buat Madam Brönte. Ceritanya klasik sekaligus modern, kisah cinta yang meledak ledak, penuh amarah dan kecemburuan, dan juga nafsu balas dendam. Nggak seperti kisah cinta kebanyakan yang manis dan romantis, kisah ini justru kebalikannya.
Pembaca bakal dibuat geregetan sama tokoh Catherine Earnshaw yang egois minta ampun dan plin plan. Walaupun tokoh si jahat pada novel ini adalah Heathcliff, menurutku Catherine lah biang kerok sesungguhnya. Menurutku keputusannya buat menikahi Edgar Linton lah yang memancing sisi terkelam Heathcliff. Keputusan itu, adalah keputusan bodoh dan nggak realistis. Sekaligus egois. Okelah dia mau membahagiakan Heathcliff dengan uang Linton, tapi mbok ya dipikir, gimana deh perasaannya Heathcliff? Sebagai orang yang mengenal heathcliff luar dalam, seharusnya dia mikir kalo itu bakal merendahkan harga diri Heathcliff, bagi Heathcliff sendiri. Heathcliff terlalu angkuh. Dan Catherine sudah merendahkannya sedmikian rupa. Catherine nggak mau menikahi Heathcliff karena dia nggak mau jadi pengemis atau sebangsanya, yang merendahkan status sosialnya.
Dan gara gara keputusan egoisnya itu, Heathcliff pergi, pulang tiga tahun kemudian dan membawa kebanggaan, kekayaan, harga diri yang lebih tinggi, dan tentunya, nafsu untuk membalas dendam pada Catherine Earnshaw, yang sekarang berubah nama menjadi Catherine Linton.
Bagi yang suka buku buku yang ceritanya suram, maka buku ini adalah must have item. Dan bagi yang suka novel novel romantis dengan tokoh tokoh yang berkepibadian idaman, well, mereka bakal kecewa berat baca buku ini. Ini memang kisah cinta, tapi nggak ada romantis romantisnya sama sekali.
Well, I’m gonna read the book again :D
Gonna write again soon :3