Tuhan punya skenario yang aneh.
Tiba tiba saya ingat tahun lalu.
Lucu, jujur aja, dulu saya seriiiiing sekali ngomongin kamu di belakangmu.
Saya sebal sama banyak keputusan keputusan kamu yang menurut saya nggak tepat. Saya menganggap kamu nggak terlalu bisa dikasih tanggung jawab. Saya menganggap kamu banyak omong. Kadang kalo kamu mulai bersilat lidah di depan saya, saya memutar bola mata dan membatin, "Please, shut the hell up. Talk less do more kek."
Saya sering mengeluh ke teman teman saya yang nggak kenal kamu, kamu begini, kamu begitu. Saya nggak puas sama tindakan tindakan kamu.
Lalu, kamu membuat kesalahan fatal. Man, I thought that was unforgiven. Hahaha. Now when I think about it (I think about it all the time btw) I feel it's kinda funny. Ironic.
Dan akhirnya, nggak tau gimana awalnya, tiba tiba kamu jadi teman yang bisa diandalkan. Aneh sekali rasanya. Lucu. Dulu saya berpendapat kamu nggak bisa diandalkan sebagai pemimpin, sekarang saya berpendapat kamu bisa diandalkan, sebagai teman.
Saya tiba tiba melihat sisi lain dari kamu, kelelahan kelelahan kamu, beban yang kamu tanggung. Kamu tau, entah kenapa melegakan sekali rasanya, tahu ada orang lain yang menanggung beban yang sama seperti yang kita tanggung. Rasanya.. Kamu mengerti apa yang saya rasakan, karena kamu sendiri mengalami.
Bisa lho, kamu matikan bom waktu kamu.
Bisa lho, kamu sediakan waktu sedikit buat mengeluh.
Jangan simpen semuanya sendiri, nanti bom waktunya tau tau meledak.
"Cause everybody hurts, sometimes
Take comfort in your friends..
Everybody hurts..
Don't blow your head, don't blow your head
If you feel like you're alone, no no no, you're not alone.."
Terima kasih sudah mau jadi teman yang dapat diandalkan,
Dan pendengar yang baik :)